Demikian menurut Associated Press (AP), seperti dilaporkan MSNBC. Dikutip dari Nydailynews, Rabu (9/12/2009), para peneliti Inggris menguji 300 DNA anak-anak usia 10 tahun yang berat badannya sekira 220 pon (kurang lebih 110 kilogram).
Para peneliti mencari salinan tambahan atau penghapusan segmen DNA. Dan ditemukan terjadi penghapusan beberapa kromosom langka yang memberi kontribusi terhadap obesitas.
Mereka menemukan penghapusan kromosan 16 yang ditemukan kurang dari 1 persen pada sekira 1.200 anak-anak sangat obesitas. Masalahnya, hal tersebut menghilangkan gen yang diperlukan otak untuk merespons hormon pengendali nafsu makan.
Demikian penjelasan Dr Sadaf Farooqi, co-leader peneliti dari Cambridge University, seperti dilaporkan AP. Penelitian telah dilaporkan secara online pada Journal Nature.
Anak-anak yang kromosom 16-nya terhapus, Farooqi mengatakan, "Memiliki hasrat makan yang sangat kuat. Mereka sangat, sangat lapar dan selalu ingin makan."
Hasil penelitian ini menawarkan informasi berharga, menurut ahli obesitas Eric Ravussin dari the Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge, Louisiana. Ravussin, yang tidak tergabung dalam penelitian, mencatat bahwa hasil kajian baru ini memberi gambaran area kromosom-kromosom tertentu yang kini bisa dikaji oleh para peneliti untuk menemukan hubungan obesitas dengan gen-gen dalam tubuh.
sumber: okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar