Sabtu, 24 April 2010

Karbohidrat

Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid atau keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini jika dihidrolisa. Terdapat empat golongan utama karbohidrat yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida.

· Monosakarida atau gula sederhana terdiri dari hanya satu unit polihidroksi aldehid/keton. Monosakarida yang paling banyak di alam adalah D-glukosa 6 – karbon.

· Oligosakarida terdiri dari rantai pendek unit monosakarida yang digabungkan bersama-sama oleh ikatan kovalen. Diantaranya yang paling terkenal adalah disakaridam yang mempunyai dua unit monosakarida. Contohnya adalah sukrosa atau gula tebu, yang terdiri dari D-glukosa 6 karbon dan D-fruktosa yang digabungkan dengan ikatan kovalen. Kebanyakan oligosakarida yang mempunyai tiga/lebih unit, tidak terdapat secara bebas tetapi digabungkan sebagai rantai samping polipeptida pada glikoprotein dan proteoglikan.

· Polisakarida terdiri dari rantai panjang yang mempunyai ratusan/ribuan unit monosakarida. Beberapa polisakarida seperti selulosa, mempunyai rantai linier, sedngkan yang lain seperti glikogen, mempunyai rantai bercabang. Polisakarida yang paling banyak dijumpai yaitu pati dan selulosa (Lehninger,1982).

Monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbohidrat lain. Moosakarida yang paling sederhana adalah gliseraldehida dan dihidroksiaseton. Gliseraldehida dapat disebut oblotriosa karena terdiri atas tiga atom karbon dan mempunyai gugus aldehida. Dihidroksi aseton dinamakan ketotriosa karena terdiri atas tiga atom karbon dan mempunyai gugus keton (Poedjiadi, 1994).

Monosakarida sederhana adalah senyawa pereduksi. Monosakarida segera mereduksi senyawa-senyawa pengoksidasi seperti ferisianida, hydrogen peroksida atau ion kupri (Cu 2+). Pada reaksi ini, gula dioksidasi pada gugus karbonil dan senyawa pengoksidasi menjadi tereduksi. Glukosa dan gula-gula lain yang mampu mereduksi senyawa disebut gula pereduksi. Sifat ini berguna dalam analisis gula (Lehninger, 1982).

Disakarida terdiri dari dua unit monosakarida denganm enghilangkan molekul airnya. Disakarida yang paling umum diantaranya maltosa, laktosa, dan sukrosa. Disakarida mempunyai rumus molekul C12H22O11 dan dapat dihidrolisis dengan asam panas,

Menurut persamaan : C12H22O11 + H2O à C6H12O6 + C6H12O6

· Maltosa terdiri dari D-Glukosa dan D-Glukosa

· Laktosa terdiri dari D-Glukosa dan D-Galaktosa

· Sukrosa terdiri dari D-Glukosa dan D-Fruktosa

(Basri, 2008).

Oligosakarida adalah polimer dengan derajat polimerisasi 2 sampai 10 dan basanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari dua molekul disebut disakarida dan bila tiga molekul disebut triosa (Winarno, 1992).

Polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada monosakarida dan disakarida. Molekul polisakarida terdiri ata banyak molekul monosakarida. Beberapa polisakarida yang penting diantaranya adalah amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa (Poedjiadi, 1994).

Polisakarida dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu:

· Homopolisakarida : hanya terdiri dari satu jenis unit monosakarida

· Heteropolisakarida : terdiri dari lebih satu jenis monosakarida

(Basri, 2008).

Karbohidrat dengan zat tertentu akan menghasilkan warna tertentu yang dapat digunakan untuk analisis kualitatif, antara lain:

1. Uji Barfoed

2. Uji Benedict

3. Uji Iodin

4. Uji Molish

5. Uji Seliwanoff

(Winarno, 1992).

Referensi

Basri, A. 2008. Karbohidrat. http://mnlh.go.id/apec.vc/osaka/eastj/04823%/.htm.

Lehninger, A.L. 1982. Dasar-dasar Biokimia. Jilid I. Diterjemahkan oleh Dr. Ir. Maggy. Jakarta: Erlangga.

Poedjiadi, A. 1994. Dasar-dasar biokimia. Jakarta: UI Press.

Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Minggu, 18 April 2010

Esterifikasi Etil Asetat

Suatu ester asam karboksilat ialah suatu senyawa yang mengandung gugus –CO2R dengan R dapat berbentuk alkyl maupun aril. Suatu ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara suatu asam karboksilat dan suatu alkohol, suatu reaksi yang disebut reaksi esterifikasi. Esterifikasi berkatalikan asam dan merupakan reaksi yang reversible. Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Kuat asam dari asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam laju pembentukan ester.

Kereaktifan alkohol terhadap esterifikasi

ROH tersier ROH sekunder ROH primer CH3OH

Makin ke kanan bertambah kereaktifannya

Kereaktifan asam karboksilat terhadap esterifikasi

R3CCO2H R2CHCO2H RCH2CO2H CH3CO2H HCO2H

Makin ke kanan bertambah kereaktifannya

(Fessenden & Fessenden, 1990).

Esterifikasi langsung adalah suatu reaksi adisi nukleofilik dari suatu alkohol terhadap asam karboksilat dengan katalis asam. Reaksinya melibatkan mekanisme 1) protonasi terhadap asam karboksilat; 2) adisi alkohol dan pemindahan proton ke gugus hidroksil; 3) eliminasi air dan deprotonasi (Wilcox & Wilcox, 1995).

Beberapa hal yang penting dalam proses esterifikasi:

· Reflux

· Destilasi

Dalam reaksi esterifikasi dilakukan reflux. Reflux adalah suatu proses pemanasan berulang yang dimaksudkan untuk menyempurnakan reaksi, sehingga reaksi berjalan kea rah produk, dimana terjadi proses kondensasi yang dapat meningkatkan energi kinetic dengan adanya tumbukan antar partikel (Anonim, 2007).

Destilasi adalah salah satu cara untuk mengisolasi suatu senyawa organic yang terdapat pada suatu campuran dari dua larutan. Umumnya destilasi menyangkut pemisahan cairan dimana perbedaaan tekanan uap diambil sebagai keuntungan untuk memisahkan materi tersebut (Debbing, 1987).

Reaksi esterifikasi dapat juga terjadi antara suatu alkohol dengan alkyl halide ataupun dengan suatu anhidrida. Ester dari alkohol tersier dapat juga dihasilkan dengan menggunakan reagen grignard. Ester juga dapat dibuat dengan mereaksikan suatu garam perak dengan alkyl halide dalam larutan etanolik. Esterifikasi dapat juga dihasilkan dengan cara melewatkan campuran uap asam ke dalam alkohol dengan katalis oksida logam pada temperature 300­­­­oC (Anonim, 2007).

Etil asetat memiliki banyak kegunaan seperti pengaroma buah dan pemberi rasa seperti untuk es krim, kue, kopi, teh atau juga untuk parfum. Rumus formula etil asetat adalah C4H8O2 dan tidak berwarna. Titik lebur etil asetat adalah -83,6oC dan titik didihnya adalah 77,1oC. Etil asetat masuk ke tubuh melalui pernafasan dengan udara terkontaminasi atau juga melalui makanan atau minuman. Etil asetat larut dalam 15 bagian air, dapat bercampur dengan etanol (95%) dan dengan eter (Anonim, 2007).



Referensi

Anonim. 2007. Ester. http://en.wikipedia.org/wiki/Ester

Anonim. 2007. Ethyl Acetate. http://npi.gov.au/database/substance-info/profiles/38.html

Anonim. 2007. Esterification. http://en.wikipedia.org/wiki/esterification

Debbing, D.D. 1987. General Chemistry 2nd edition. Massachusetts: Houghton Miffin Company.

Fessenden, R.J. & J.S. Fessenden. 1990. Kimia Organik. Diterjemahkan oleh A.H. Pudjaatmaka, Ph.D. Jakarta: Erlangga.

Wilcox, F & M.F. Wilcox. 1995. Experimental Organic Chemistry. New Jersey: prentice Hall, Inc.